ADMINISTRASI KONTRAK

Dikarenakan tidak cukup handalnya personel di dalam perusahaan dalam memahami dan merancang kontrak, seberapa sering kita mendengar atau menyaksikan kejadian-kejadian yang merugikan sebuah perusahaan baik berskala kecil maupung besar dikarenakan segala deal business, transaksi atau tindakan yang dilakukan perusahaan tidak didasari atau didukung oleh perjanjian tertulis atau yang dikenal sebagai kontrak ataupun jika ada kontrak yang mendasarinya, bukanlah merupakan sebuah kontrak yang baik dan benar yang dapat melindungi kepentingan perusahaaan, sebuah kontrak yang menjamin kepastian hukum sehingga menghindari atau setidaknya meminimalisir munculnya konflik antara pihak. Ketidakberadaan kontrak yang baik dan benar  tersebut juga acapkali disebabkan oleh perusahaan sendiri yan mengabaikan adanya kontrak atau kalaupun ada, kontrak tidak cukup memadai untuk melindungi kepentingan-kepentingan perusahaan.


TUJUAN

Diharapkan setelah mengikuti pelatihan yang diberikan, maka peserta atau para peserta, bukan hanya personel dari divisi legal tetapi juga dari departement lainnya seperti halnya divisi procurement yang juga besar peranannya dalam pembentukan kontrak dan juga divisi lainnya, dapat memahami latar belakang dari pembentukan sebuah kontrak baik dari sudut pandang bisnis maupun legal, melakukan perancangana atau turut dalam melakukan perancangan sebuah kontrak yang baik dan benar, terutama bagaimana menuangkan kesepakatan bisnis kedalam sebuah kontrak atau klausula- klausula umum yang perlu dituangkan dalam sebuah kontrak demi adanya kepastian hukum dalam sebuah kontrak sehingga dapat terlindunginya kepentingan perusahaan.

Selanjutnya, jika memang terjadi konflik antara para pihak dari sebuah kontrak, maka pelatihan ini juga akan memaparkan jalan keluar dan penyelesaian atas konflik, dispute atau sengketa tersebut, baik yang dilakukan antara para pihak itu sendiri, melalui pengadilan atau penyelesaian sengketa di luar pengadilan dengan menggunakan jasa pihak lain.


TARGET PESERTA

Para Praktisi & profesional di bidang:

  • Procurement/ purchasing, produksi, komite pembelian, Unit Layanan Pengadaan, Divisi Penyedia Kebutuhan Barang/ Jasa Perusahaan, Bagian Penjualan pada Umumnya.
  • General Affair, Legal Perusahaan.
  • Supervisor/ Manager yang terlibat dalam proses negoisasi dengan supplier/ Vendor serta Buyer.
  • Umum


METODE PELATIHAN

Presentasi Training dilakukan dengan diskusi aktif dua arah, minim akan hal teoritis tetapi sebaliknya penuh akan hal-hal yang praktis. Penggalian terhadap permasalaha- permasalahan yang dialami tiap peserta dalam pekerjaan dan kesehariannya serta pencarian solusi atasnya.

Bagikan Post